TUGAS SOFTSKILL 2

Standar

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:200%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

 

 

 

 

 

PEMBETULAN

Nomor 43

 

 

            Hari ini, Senin, dua puluh satu November seribu Sembilan ratus delapan puluh empat (21-6-1984).

            Orang yang dating sebelum saya, Arikanti Natakusuma, BA dalam Hukum, Notaris di Jakarta, di hadapan para saksi yang namanya akan disebutkan dan saya kenal, Notaris;

Pak Bei Komarahadi Iskndar, karyawan Notaris, bertempat tinggal di Jakarta. Menurutnya dalam hal ini bertindak berdasarkan kewenangan dinyatakan dalam pembentukan ct Perusahaan Terbatas yang akan disebutkan di bawah, tertanggal dua puluh dua Mei seribu Sembilan ratus delapan puluh (22-5-1980) Nomor 25, dan tanggal delapan belas September seribu sembilan ratus delapan puluh (18-9-1980), Nomor 30, keduanya dibuat di hadapan Linda Herawati, BA dalam Hukum, Notaris di Jakarta dan tanggal dua puluh satu Juni seribu sembilan ratus delapan puluh empat (21-6-1984), Nomor 174 berlaku sebelum Arikanti Natakusumah, BA dalam Hukum, Notaris di Jakarta, sebagai ettormey-in-fakta Perseroan Terbatas PT Bormindo Nusantara, Hidup di Jakarta. (4)

Pihak ini dikenal saya, Notaris

 

 

TUGAS SOFTSKILL 1

Standar

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:200%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

 

 

PERUSAHAAN TERBATAS

PERUSAHAAN ATAU KEMITRAAN TERBATAS DAN KOPRASI

Suplemen Terhadap Berita Resmi Republik Indonesia Tanggal 3/2-1987 No.10.

Pengumuman dalam Lembaran Negara Republik Indonesia sesuai dengan Pasal 38 dari Kode Komersial Indonesia:

PERNYATAAN RESOLUSI PERTEMUAN

P.T. BORMINDO NUSANTARA

Nomor 174

Hari ini, Kamis, bulan Juni, tanggal dua puluh satu, seribu Sembilan ratus delapan puluh empat (21-6-1984).

Datang kepada saya, Arikanti Natakusumah, BA dalam Hukum, Notaris di Jakarta, dihadapan para saksi yang namanya akan disebutkan dibawah ini dan diketahui saya, Notaris;

            Bapak Duaman Mardin Panjaitan, Direktur dari perusahaan terbatas untuk disebutkan, yang berada di Jakarta.

            Orang yang dating kepada saya, Notaris Umum.

            Orang yang datang bertindak dalam kapasitas tersebut, mula-mula dinyatakan sebagai berikut:

Whilein Rapat Umum Luar Biasa Pemegam Saham dalam Perusahaan Terbatas: P.T. Bormindo Nusantara, tinggal di Jakarta, Anggaran Dasar yang mungkin dan Akta Perusahaan Anggaran Dasar dalamnya dinyatakan tanggal dua puluh dua, bulan lima, tahun seibu Sembilan ratus delapan puluh (22-5-1980) Nomor 25 dan tanggal delapan belas, bulan Sembilan, tahun seribu Sembilan ratus delapan puluh (18-9-1980) Nomor 30, masing-masihng, keduanya berlaku sebelum Linda Hermawati, BA dalam Hukum, Notaris Umum di Jakarta;

            Undang- undang dan akta perubahan aggaran dasar dalamnya telah disahkan oleh otoritas sebagaimana tercantum dalam surat pada tanggal tiga puluh, bulan empat, tahun seribu Sembilan ratus delapan puluh satu (30-4-1981) Nomor Y. A. 5/174/22;

            Baru-baru ini sebagaimana telah diubah dengan tindakan tanggal dua bulan tujuh tahun seribu Sembilan ratus delapan puluh dua (2-7-1982) Nomor 4, dibuat dihadapan, Notaris,yang perubahannya telah disahkan oleh menteri kehakiman Republik Indonesia didalam suratnya tertanggal dua puluh enam bulan tiga tahun seribu sembilan ratus delapan puluh tiga. Nomor C2. 2703. HT 01.04. TH 83.

            Selanjutnya disebut sebagai “perusahaan”;

Rapat dilaksanakan di Jakarta, pada tanggal dua belas bulan enam tahun seribu Sembilan ratus delapan puluh empat (12-6-1984), sebagaimana meterai yang melekat di perjanjian asli.

            Sedangkan yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah 4000 lembar saham yang merupakan seluruh saham yang dikeluarkan oleh perusahaan dan disetor penuh, oleh karena itu, berdasarkan ketentuan pasal 16 ayat 1 UU pertemuan perusahaan itu sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat meskipun tidak ada jika sebelum panggilan di surat kabar harian atau undangan.

            Di rapat itu, orang yang muncul telah disahkan untuk Resolusi Negara dari rapat dalam pemisahan akte notaris.

            Sehubungan dengan hal-hal yang diuraikan di atas, orang yang datang bertindak dalam otoritas tersebut itu dinyatakan sebagai berikut: (1)

            Meskipun rapat telah memutuskan resolusi sebagai berikut:

I.                   Menyetujui lapran tahunan direksi untuk buku tahun 1983 (seribu Sembilan ratus delapan puluh tiga) dan legalisasi laporan keuangan perusahaan untuk buku tahun 1983 (seribu Sembilan ratus delapan puluh tiga) yang telah di audit dan disiapkan oleh kantor akuntan public Drs. Utomo & Co dengan laporan Nomor 6675, tanggal dua puluh bulan tiga tahun seribu Sembilan ratus delapan puluh empat (20-3-1984) sesuai dalam pasal 3 anggaran dasr perusahaan;

 

II.                Menyetujui komposisi dari management perusahaan seperti tahun-tahun sebelumnya:

Presiden Komisaris                 : Bapak Firdaus Abdullah Siddik;

Komisaris                                : Bapak Hendrik Tikoalu;

Presiden Direktur                    : Bapak Alwin Arifin;

Direktur-direktur                     : Bapak Duaman Mardin Panjaitan;

                                                  Bapak Moeljono Soebandi;

                                                  Bapak Laurens Noldy Adam.

 

III.             Modal dasar sebagai berikut:

a.       Menaiknya modal dasar perusahaan dari Rp. 300,000,000.- (tiga juta rupiah) hingga Rp. 1,050,000,000.- (satu milyar lima juta rupiah);

b.      Menaiknya modal dasar perusahaan dari Rp. 300,000,000.- (tiga juta rupiah) hingga Rp. 780,000,000.- (tujuh ratus delapan puluh juta rupiah); dan

c.       Menaiknya modal setor dasar dari Rp. 90,000,000.- (Sembilan puluh juta rupiah) hingga Rp. 195,000,000.- (seratus Sembilan puluh lima juta rupiah).

 

IV.             Sehubungan dengan perubahan tersebut dalam pengurangan modal, dari modal ditempatkan perubahan , total dari Rp. 780,000,000.- (tujuh ratus delapan puluh juta rupiah) atau 10.400 (sepuluh ribu empat ratus) saham akan dipegang dengan saham berikut Rp. 234,000,000.- (dua ratus tiga puluh empat juta rupiah).

 

Bapak Firdaus Abdullah Siddik, 2600 (dua ribu enam ratus) saham atau dalam jumlah Rp. 195,000,000.- (seratus Sembilan puluh lima juta rupiah);

                        Bapak Duaman Mardin Panjaitan, 1248 (seribu dua ratus empat puluh delapan) modal atau dalam jumlah Rp 93.600,000.- (Sembilan puluh tiga juta enam ratus ribu rupiah);

                        Bapak Moeljono Soebandi, 1144 (seribu seratus empat puluh empat) modal atau dalam jumlah Rp. 85,800,000.- (delapan pulu lima juta delapan ratus ribu rupiah);

                        Bapak Laurens Noldy Adam, 1144 (seribu seratus empat puluh empat) modal atau dalam jumlah Rp. 85,800,000.- (delapan pulu lima juta delapan ratus ribu rupiah);

                        Bapak Hendrik Tikolau, 1144 (seribu seratus empat puluh empat) modal atau dalam jumlah Rp. 85,800,000.- (delapan pulu lima juta delapan ratus ribu rupiah);

 

V.                Sedangkan 25% (dua puluh lima persen) dari modal setoran dasar, yaitu 2600 (dua ribu enam ratus ) modal atau dalam jumlah Rp. 195,000,000.- (seratus Sembilan puluh lima juta rupiah) harus disetor oleh pemegam saham sebagai berikut:

a.       Bapak Alwin Arifin, dalm jumlah…………………

(lima puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah);                     Rp. 58,500,000.-

b.      Bapak Firdaus Abdullah Siddik, dalam jumlah

(empat puluh delpan juta tujuh ratus ribu rupiah);                  Rp. 48,700,000.-

c.       Bapak Duaman Mardin Panjaitan, dalam jumlah

(dua puluh tiga juta empat ratus ribu rupiah);                         Rp. 23,400,000.-

d.      Bapak Moeljono Soebandi, dalam jumlah…….

(dua puluh satu juta empat ratus lima puluh ribu rupiah)        ;Rp. 21,450,000.-

e.       Bapak Laurens Noldy Adam, dalam jumlah ………..

(dua puluh satu juta empat ratus lima puluh ribu rupiah);       Rp. 21,450,000.-

f.       Bapak Hendrik Tikoalou, dalam jumlah ………..

(dua puluh satu juta empat ratus lima puluh ribu rupiah);       Rp. 21,450,000.-

Jumlah tersebut harus dibayakan selambat-lambatnya pada tanggal dua puluh enam bulan enam tahun seribu Sembilan ratus delapan puluh empat (26-6-1984). (2)

 

Sehubungan dengan perubahan dalam modal yang tersebut diatas, orang yang datang bertindak dalam kapasitasnya  tersebut dengan ini menyatakan bahwa perlu untuk mengubah pasal 4 ayat 1 dan 2 dari anggaran dasar yang berbunyi sebagai berikut:

“1. Modal dasar perusahaan harus Rp. 1,050,000,000.- (satu milyar lima puluh juta rupiah), dibagi menjadi 14,000 (empat belas ribu) modal, masing-masing dalam nilai jumlah Rp. 75,000.- (tujuh puluh lima ribu rupiah).

“2.

“2. Dari modal dasar tersebut, 10,400 (sepuluh ribu empat ratus) modal atau dalam jumlah Rp. 780,000,000.- (tujuh ratus delapan puluh juta rupiah) telah dikeluarkan dan berlangganan oleh pendiri, yaitu;

            Bapak Alwin Arofin, 3120 (tiga ribu seratus dua puluh)

saham atau dalam jumlah…………………………………………………..  Rp. 234,000,000.-

(dua ratus tiga puluh empat juta rupiah);

 

            Bapak Firdaus Abdullah Siddik, 2600 (dua ribu enam ratus)

saham atau dalam jumlah ………………………………………………… .Rp. 195,000,000.-

(seratus Sembilan puluh lima juta rupiah);

 

            Bapak Duaman Mardin Panjaitan, 1248 (seribu dua ratus

Empat puluh delapan) saham atau dalam jumlah …………………..Rp. 93,600,000.-

(Sembilan puluh tiga juta enam ratus ribu rupiah);

 

            Bapak Moeljono Soebandi, 1144 (seribu seratus empat

Puluh empat) saham atau dalam jumlah……………………………….         Rp. 85,800,000.-

(delapan puluh lima juta delapan ratus ribu rupiah);

 

            Bapak Laurens Noldy Adam, 1144 (seribu seratus empat

Puluh empat) saham atau dalam jumlah……………………………….         Rp. 85,800,000.-

(delapan puluh lima juta delapan ratus ribu rupiah);

 

            Bapak Hendrik Tikoalu, 1144 (seribu seratus empat

Puluh empat) saham atau dalam jumlah……………………………….         Rp. 85,800,000.-

(delapan puluh lima juta delapan ratus ribu rupiah);

           

            Dari modal dasar tersebut saham yang ditempatkan dan berlangganan untuk, 25% (dua puluh lima persen) atau Rp. 195,000,000.-(seratus Sembilan puluh lima juta rupiah) telah disetor secara tunai melalui kas-kas perusahaan dan sisanya akan dilunasi secara tunai selambat-lambatnya tanggal dimana perubahannya ini untuk anggaran dasar yang disahkan oleh pihak berwenang.

            Akhirnya, orang yang hadir bertindak dalam kapasitasnya tersebut memberikan kekuasaan dengan hak sustitusi kepada Bapak Bei Komarahadi Iskandar, Karyawan Notaris, bertempat di Jakarta, untuk mengajukan permohonan pengesahan Akta Perubahan Anggaran Dasar dengan undang-undang oleh pihak yang berwenang dan untuk menyatakan dan menyusun Akta Perubahan Anggaran Dasr dalam akta resmi, jika legalisasinya tergantung pada Akta Perubahan Anggaran Dasar tersebut atau penambahan, dan untuk tujuan tersebut, muncul jika diperlukan, untuk memberikan informasi, untuk menyusun atau menyebabkan dibuat atau tidak menandatangani semua perbuatan, dokumen yang diperlukan dan selanjutnya untuk melakukan semua tindakan yang dinggap tepat dan berguna untuk menyelesaikan hal-hal tersebut.

            Berdasarkan dari penjelasan sebelumnya: (3)

Tindakan Ini

            Dimasukkan sebagai ….. dan dilaksanakan di Jakarta pada hari dan tanggal yang disebutkan pada pembukaan undang-undang ini di hadapan Ibu Liliana Arif, BA dalam Hukum. Asisten ke Notaris, dan Bapak Mudjahiddin Latief, karyawan dari Notaris, keduanya bertempat di Jakarta sebagai saksi.

            Karena telah dibacakan oleh saya, Notaris, untuk pihak yang datang dan para saksi dan saya, Notaris.Disusun dengan tujuh perubahan, yaitu tiga penghapusan, dua penambahan, dan dua penghapusan dengan penggantian.

 

                                                                                    DUAMAN MARDIN PANJAITAN;

                                                                                    LILIANA ARIF, SH.

                                                                                    MUDJAHIDDIN LATIEF;

                                                                                    ARIKANTI NATAKUSUMA, SH.

                                                                                                Diterbitkan sebagai salinan asli.

                                                                                                Notaris di Jakarta,

 

                                                                                          ARIKANTI NATAKUSUMA, SH.

 

                                                                                                _______________

            Tindakan ini termasuk dalam Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia, tertanggal 8 April, 1985 No. C2-1855-HT.01.04.TH’85.

                                                                                                Pengakuan oleh:

                                                                                    Direktur Utama Hukum dan Legislasi;

 

 

 

 

                                                                                                            p.p

                                                                                    Direktur Urusan Sipil.

 

                                                                                    WURJATI MARTOSEWOJO, SH

                                                                        Pamog Praja Reg. No.(NIP). 040022031

                        _________________________

 

Hari ini, Sabtu, tertanggal 20 April 1985, tindakan ini telah di daftarkan dalam registry yang dijaga untuk tujuan tersebut di kantor Jakarta barat pengadilan distrik, di bawah nomor 372/1985.

                                                                                                Petugas Kepala,

                                                                                    SOEGIANTO ADIPERMANA, SH.

                                                                        Pamog Praja reg. No.(NIP). 040004287

 

Biaya:

Registrasi                                Rp. 1,000.-

Administrasi biaya                  Rp. 400.-

Total                                        Rp. 1400,-      

 

                                                ________

 

Angin

Standar

Angin jiwa ini kau bawa ke negeri seberang
Hati ini kau ombang ambing bagai buih

Dihamparan pasir kau taburkan benih keindahan
Bak Fatamorgana di negeri seribu satu malam

Biarkanlah aku pergi membawa jiwa ku sendiri
Jangan kau ganggu harapan ku sehingga menjadi asa yang tiada guna.

 

 

Oleh Iin Aprilian

TITIPAN DARI SURGA

Standar

Titipan dari surga

 

                                                                                                                

 

“BRAK……PROKK…..PROK….. BRENGGGGG!!!!!” suara anna pulang sekolah yang dengan tiba-tiba membanting pintu dengan memajang muka sangat tak sedap di pandang, memanyunkan mulut kecilnya dan menajamkan pandangannya padaku, kemudian bergegas masuk kamarnya dan membanting pintu tiba-tiba…

 

Hal ini membuatku mengerutkan dahi seketika, dan bertanya pada diriku sendiri apa yang sebenarnya terjadi, aku sungguh tak mengerti, dan tak seperti biasanya ia hanya diam dan asyik menulis, menulis, dan menulis di depan computer, entah menulis apa, ku suruh ia untuk makan atau melakukan aktivitas yang lain, ia pun mau melakukannya, tapi tetap membisu dan hal ini benar-benar membuatku kebingungan harus berbuat apa. Kutanya beberapa kali tentang apa yang sebenarnya terjadi, namun ia tetap membisu, anna please jangan kau siksa mama mu ini sayang.

 

Pagi-pagi aku sengaja mengintainya dari balik jendela kamarnya dari luar rumah, aku ingin tau apa yang sebenarnya terjadi, namun nihil. Tak satu keterangan pun yang ku dapat dari ide ini. bergegas aku ke dalam rumah dan meraih telpun rumah kemudian ku pencet beberapa nomor disana dan tuuuuuuuuuuut…….tuuuuuuuuuut….

.

“halo dengan neli di sini, ada yang bisa saya Bantu???” suara seseorang menjawab telpon ku disana yang tak lain adalah sahabat dekat anna.

 

“neli. Ini tante lusi, beberapa hari ini anna terlihat berbeda, apa kamu tau dia kenapa???”

 

“eemmmm, mungkin emang lagi ngambek kali tante, di kelas dari kemarin dia ga cerita apapun tuh ke neli, Cuma diem aja, neli juga ga tau tu kenapa?”

 

“tante khawatir neli, nanti coba kamu tanya ya sama dia, tolongin tante ya sayang…”

 

“ya tante, nanti saya coba tanya”

 

“ok terimakasih”

 

“ya tante sama-sama”

 

Kutututp telpon dan kembali ke dapur, aku akan berusaha sebiasa mungkin menyambut pagi ini untuk anna. Tak lama ku persiapkan sarapan di dapur anna muncul dari balik pintu kamarnya, dia terlihat sedang asyik mengangguk-anggukan kepalanya dan menutup kedua telinganya dengan headphone. Ku tarik nafas dalam kemudian tersenyum dan ku hampiri sosoknya dengan membawa sepiring sarapan kesukaannya. Mata tajamnya menatapku, dan saat pandangan kami bertemu, ia  tetap diam….

 

“ na ni sarapan dulu “tawarku sambil menyodorkan sepering nasi goreng kegemarannya. Tapi dia tetap diam, diam dan hanya diam.setelah sarapan ia bangkit dari tempat duduknya, kemudian menghammpiriku dan meraih tangan ku dan menciumnya, kemudian ia pergi, tampa mengeluarkan kata satu patah pun.

 

Pasti ada yang salah, tapi apa? Selama aku membesarkannya seorang diri dari kecil ia tak terbiasa membisu seperti ini, jika sudah benar-benar mrah dan kesal maka ia akan beraksi seperti yang sedang terjadi saat ini, diam…diam…dan diam…seribu bahasa yang benar-benar menyiksaku. Sementara ia pergi ke sekolah di salah satu SMANSA di daerah ku ini, aku mulai berinisiatif untuk masuk ke kamarnya dan mencari tau apa yang ia sembunyikan di sana.

 

Perlahan ku melangkah dan akhir nya sampai di kamar bernuansa ungu ini yang mungil dan penuh dengan coretan-coretan lukisan yang aku tak mengerti apa maksudnya di beberapa bagian dindingnya. Ada beberapa tokoh dunia seperti putri Diana, Celine dion dan Oprah winfrey yang ia lukis dan ia pajang di beberapa sudut di ruangan berukuran 4×6 meter itu. Dulu ia sering menceritakan padaku tentang cita-citanya yang ingin menjadi seorang yang hebat seperti Helen Keller, dia juga ingin tumbuh seperti Celine dion, namun kadang juga ia cerita jika dewasa nanti ia ingin menjadi penulis sekelas Remy sylado,atau Shake spear, bahkan ia juga bercita-cita ingin menjadi seorang ibu semulia Siti Khadijah, aku bangga pada anaku Anna. Karena ia adalah masa depan ku yang penuh harapan dan impian besar. Pernah ia berkata padaku bahwa suatu saat nanti ia akan memakai hijab dan akan benar-benar mendalami dunia seni, terutama seni sastra islamiah.

 

Ku pandangi sekeliling ruangan yang menjadi privacy nya ini dan ku hampiri meja belajarnya dan ku dapati tulisan di atas meja kayu itu yang dengan sengaja ia ukir menggunakan cutter yakni “mama saya orang hebat, lebih hebat lagi kalo mama mau pake jilbab, wah pasti lebih cantik”. Tek….jantungku rasanya berdebar dua kali lebih capat dari biasanya. Kubuka lagi buku hariannya, yang kian menumpuk beberapa macam di sana, mulai ku buka kemudian ku baca. Sebenarnya Anna tergolong orang yang tak banyak bicara, namun banyak sekali menulis, dan ia juga sangat membenci bila tulisannya di baca orang lain, termasuk aku. Namun aku benar-benar tak bisa diam-diam saja melihat dia diam, membisu lebih dari 24 jam.

 

Dengan tiba-tiba mataku melotot dan benar-benar kaget kalau ternyata annaku ini sebenarnya banyak sekali mengkritik aku namun tak pernah ia utarakan padaku langsung, dalam buku hariannya ini aku memperoleh berbagai informasi yang membuat aku ingin menagis dan ingin memeluknya. Ku buka lembaran-lembaran itu dan tertera tulisan :

 

“mama…mama kapan paha mulusmu akan kau tutup dengan kain yang suci yang akan melindungimu dari fitnah. Mama…mama…. Aku ngin sekali melihat kehermu yang panjang dan indah kau tutup dengan hijab yang akan memuliakan mu, mama…mama…..kapan kau akan mengerti bahwa aku sangat rindu kau pulang kerja jam 5 sore bukan jam 5 pagi, mama…mama….kenapa kau hanya diam… mama….aku anakmu akan selalu menunggu perubahan itu terjadi”

 

Di lembar berikutnya ku dapati kembali tulisan yang benar-benar mngiris hati ku dan membuat aku ingin benar-benar teriak dan mengadu pada yang Gusti.

 

“tubuh mu memang sangat seksi mama….rambutmu coklat tua sama seperti warna matamu, menyala dan sangat indah, menjuntai hingga ke pundak dan terurai dengan indah, badan mu yang semampai memang sangat menarik, di tambah wajahmu laksana bidadari yang turun ke bumi, tapi aku tak bahagia ma….aku tak mau kemuliaanmu di rendahkan orang lain,….ma aku anakmu masih menunggu perubahan itu ma…..”

 

Aku mengis…dengan terisak…sangat terisak, duh Gusti aku malu pada anak ku, sangat malu aku sadar ia adalah anak pintar dan kritis, aku juga sadar bahwa ia bukan lagi anak kecil yang polos, namun sudah menjadi sosok yang memiliki kehebatan dalam menyelesaikan masalah dan juga memiliki cara pandang yang berbeda dengan anak-anak seumuranya. Anna anaku mama malu nak.

 

 

 

 

 

Pagi yang cerah, mulai perlahan telingaku mendengar nyanyian kakak tua peliharaanku, perlahan pula kurasakan hempasan angina masuk ke kamarku ayng sejak dari malam tadi tak kututup jendelanya. Pelahan pula aku membuka mata dan memicingkannya, kemudian ku bangkit dan melesat menuju kamar mandi.

 

Sementara disisi lain, anna juga sedang asik menata beberapa jenis pakaiannya di kamarnya, dan tanpa ku sadari waktu sudah menunjukan pukul 11.30 WIB. Selama berada dalam kamar mandi, aku terus merenung dan asyik tenggelam dalam lamunanku, ku raba keherku dan beberapa bagian tubuhku, aku bertanya dalam hatiku sendiri “apa aku pantas mengenakan hijab?, sementara pekerjaanku sebagai seorang kupu-kupu malam masih ku geluti. Apakah anna juga mengetahui apa profesiku?, apa aku ini pantas menjadi ibu yang baik untuk anak ku yang cerdas dan pintar itu?, apa ini contoh yang baik untuk anakku?, aku benar-benar tak menikmati pekerjaan ini, aku hanya ingin bertahan hidup, aku hanya ingin bertahan hidup di kota besar yang teramat keras ini,duh Gusti…..apa yang harus aku katakana pada anakku itu kalau ia juga bukan buah hati ku, dia hanya titipanMu yang kutemukan di sudut jalan itu 17 tahun yang lalu, lalu bagai mana jika ia tau pekerjaanku ini, apa ia akan tetap menyayangiku, ya ALLAH beri hamba petunjukmu” tok….tok….tok…..suara seseorang mengetuk pintu kamarku dan langsung membuyarkan lamunanku.

 

“ya sebentar, lagi mandi”jawabku dengan sedikit teriak, dengan gerakan yang cekatan kuraih langsung handuk di gantungan dan ku bergegas membukakan pintu kamarku, dan ops…tak ada sosok siapapun disana namun saat mataku tak sengaja menengok kebawah, kudapati satu kotak benda berbungkus kertas kado berwarna ungu, pasti dari tuan putriku, ku ambil dank u bawa masuk ke kamar, kutaruh di atas meja dan ku buka perlahan dan oh…mata ku mulai berkaca-kaca lagi…karena ini bukan lah hari ulang tahunku, namun ada yang benar-benar aneh dengan tingkah laku anna, kali ini ia memberiku kado yang berupa 12 belas warna jilbab polos dari sutra, dan ada surat di sana yang sengaja ia selipkan,

 

“ mama saya yang baik dan cantik, pasti lebih cantik kalau mau pake jilbab, ma…anna bosen liat bentuk tubuh mama yang indah itu mama pajang-pajang dengan bangga, mama maaf kalau anna sudah bertingkah kalu yang teramat aneh belakangan ini, anna Cuma takut mama marah, anna sudah tau ma….anna sudah tau kakau anna ini nukan anak kandung mama, dan mengenai pekerjaan mama, anna juga sudah tau…anna bisa menerima semua itu ma, tapi anna mohon mama terima kado anna ini ya ma….hari kasih sayang itu bukan hanya di tanggal 14 februari saja kan ma….?? Mama ku yang cantik, mungkin ini adalah kado terakhir dari anna, anna akan pergi dan takkan lagi menyusahkan mama sehingga harus kerja pulang jam 5 pagi lagi, anna sudah gede,anna juga dapat beasiswa ma di Jakarta, anna akan sekolah dan kelilng dunia bersama mama, tapi sekarang tolong jangan cari dimana anna ya ma, anna akan kembali jika anna sudah bisa menghaasilkan uang untuk mama. For my mother I’ll always love u, wharever u are, l’ll back with all the blessing of my God, ALLAH.”

 

Tubuhku lunglai semakin tak berdaya, lemas dan sangat lemas, denga bercucuran air mata, aku malu pada anna anaku, aku sangat malu….ku genggam erat-erat surat itu. Selama ini aku sangat keras terhadapnya hingga ia tumbuh menjadi gadis yang sangat pendiam, tanpa aku tau apa arti dari diamnya itu, oh…Duh Gusti mungkinkah ini maksudmu meitipka anna lewat tangan ku, aku tak pernah menyangka bahwa ke hadirannya akan menyadarkan ku bahwa profesku adalah hal yang sangat tiada harga di hadapanMu, Ya ALLAh tolong aku ….tolong au dalam ketidak berdayaan ku.

 

 

 

 

Tiga tahu sudah ia meninggalkan ku, setiap minggu ia hanya mengirimi ku surat tanpa ku tahu darimana alamat pengirimnya, ia menceritakan kejadian demi kejadian yang ia alami selama di Jakarta, dan aku bangga ternyata ia bisa menyelesaikan masalahnya dan semakin membuatku tersadar, akan arti penting kehadirannya.

 

Sejak kejadian 23 tahun yang lalu aku sudah benar-benar tak percaya lagi dengan yang namanya laki-laki. Mengapa? Karena awal mula aku terjun sebagai seorang mucikari berawal dari cinta ku yang teramat sangat terhadp seorang laki-laki yang ku kira kudus ternyata sangat kudis itu telah sukses menjerumuskanku ke dunia hina, yang awalnya ia bilang bahwa aku akan di salurkan menjadi TKW dengan gaji yang mantap dan pekerjaan sebagai buruh pabrik di Taiwan, ternyata malah aku di perjual belikan, hal ini sungguh sangat menghancurkan kepercayaanku terhadap seorang laki-laki. Oleh karenanya aku memutuskan untuk hidup tanpa seorang suami. Toh Tuhan sudah memberikan anna padaku, yang sangat kusayangi walau aku juga tak pernah tau dia anak siapa karena aku hanya menemukan bayi anna di sudut jalan itu.

 

Dan aku tak ingin klejadian ini dialami anna, oleh karenanya aku selalu bartidak keras terhadap anna. Yang malah membentuk pribadi yang tak tepat . namun apapun perubahannya ia tetap anaku, karena cinta seorang ibu sepanjang masa. anna …kemana kamu nak….mengapa kamu siksa ibumu dengan keadaan seperti ini, keluhku dalam hati, namun setiap ku dapat surat darnya selalu ku tempelkan di dinding kamarnya yang mulai terlihat penuh dengan tempelan surat disana, dan yang paling besar tulisannya ia menginggatkan padaku, bahwa ia pasti kembali saat ia sudah sukses, dia bilang di setiap suratnya, bahwa ia sedang menuju perubahan yang besar. Entah aku tak paham perubahan apa, tapi aku percaya annaku akan kembali dan memelukku. Juga akan mengatakan I love u Mom.

 

 

 

Sore yang tenang di temani secangkir teh dan lembayung senja yang menenangkan, tiba kriiiiiiiinnnnnngggg…..kriiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnngggggg, telpon rumah ku berdering dan sedikit mengagetkanku. Dengan cepat ku angkat telpon itu dan…

“halo dengan lusi di sini”

 

“tante lusi ini neli, tante anna kecelakaan dan di rawat di rumah sakit kartika”

 

“apa! Dari kapan?tante ga tau rumah sakit kartika dimana, kamu mau jemput tante di sini?antar tante kesana ya nel…”pintaku

 

“ya tante, neli akan ke rumah tante dan akan jemput tante…tante tenang dulu ya…”

 

“mana bisa tenang, kamu cepetan kesini ya nel…”

 

“ya tant, ya dah neli kjemput tante sekarang ya “

 

Tak lama kemudian ku tutup telpon itu  dan bergegas ku buka task u dank u masuk kan beberapa potong pakaian ku, ku melangkah ke kamar anna, dan ku pandangi setiap ruas kamar itu dan kembali ku meneteskan air mata, duh Gusti betapa aku merindukan anak itu, di dinding itu terlukis sekilas bayangan senyum manis anak itu, dan tatapan matanya yang tajam. Tak lupa aku ambil jilbab pemberiannya itu dan ku pasangkan di kepalaku, ku mematung di depan kaca, ku dapati sosoku, ternyata memang lebih mulia berhijab, leherku ter lindungi dari pikiran-pikiran kudis kaum lelaki, pahaku juga terlindungi dari berbagai fitnah dari mata-mata para adam, juga kehornatanku akan sangat terjaga. Anna aku sangat merindukanmu nak… ku pandangi wajahku yang memang perpaduan antara wajah-wajah jawa dengan belanda.

 

 

 

Sesampainya aku di ruangan penuh hordin warna putuh itu ku dapati tubuh putriku yang lemas tak berdaya, dan aku sungguh tak bisa bahkan tak mampu berkata apa-apa, duh Gusti, cobaan macam apa lagi ini, putriku telah kehilangan satu kakinya, dalam kondisi yang masih terpengaruh obat bius, aku sungguh tak kuasa menahan air mata yang terus meluncur dengan derasnya membasahi bahkan membanjiri pipi ini, ku peluk putriku itu dan terus ku belay-belai kepalanya yang sudah terbalut jilbab warna orange itu, cantik sekali putriku ini, sampai aku tertidur di sampingnya.

 

“ma…..,mama……”ucapnya mamanggilku,

 

Kuangkat kepalaku dan ku berikan senyuman ku padanya

 

“mama jangan marah ya ma….”pintanya

 

“ya sayang mama ga marang sama anna, tapi kenapa anna pergi?”

 

“ma…mama jangan lagi menjual tubuh mama hanya untuk menghidupi anna,”

 

Perlahan anna ingin bergerak mengangkat tubuhnya agar bisa ganti posisi, dia ingin duduk.

“pelan-pelan sayang, “aku coba membantunya

 

“aduh…ma sakit….kaki anna sakit ma”rintihnya

 

“sabar dulu ya sayang, mama panggil dokter” air mataku sudah benar-benar tak bisa ku tahan lagi, aku membalikkan badan ku dan menyeka air mata ku, sambil merintih-rintih anna memegangi kakinya dengan kesakitan, sementara neli dan beberap kawan nya datang untuk menghiburnya dan mengajak anna untuk trus beristighfar…

 

Setelah dokter datang dan memberinya obat kemudian anna tertidur lagi, dan saat itu pula teman-teman anna meminta ijin untuk pulang, dan kembali aku menunggunya, saat aku duduk di samping anna di sana ku dapati buku hariannya yang ia bawa, dank u buka, di sana tertulis….

 

 “kehilangan kaki tak seberapa sakit, di banding harus kehilangan mama…..mama sayang kaki ku hilang satu karena aku bertemu dengan beberapa lelaki yang igin merampas kehotmatanku dan  kehilangan satu kaki tak lebih sakit jika harus ku bayar dengan kehormatanku …..

 

“Ibu Kau Sebenarnya adalah Panutan Bagiku”

Standar

 

Saat aku menatap wajah ibu ku yang dipenuhi dengan peluh ada rasa dihati ku untuk sedikit membantu nya tapi aku bingung apa yang dapat diperbuat oleh anak semacam aku yang bisanya tiap hari hanya bermanja-manja,

”Sinta belum tidur nak?” ,mama berkata pada ku..

”Belum ma aku masih mau mengerjakan semua tugas ini dulu”

“Ya sudah kalau begitu mama berangkat kerja kalau kamu perlu apa-apa tinggal panggil bibi ya”,

Kadang aku berpikir apakah sebenarnya yang mama lakukan malam-malam begini aku kasihan melihatnya disaat orang-orang sibuk memikirkan untuk tidur ia malah repot dengan semua pekerjaannya dengan berdandan sangat rapi lengkap dengan make up diwajah,sambil berguman dalam hati ah sudahlah yang penting besok mama pulang dengan uang yang cukup untuk membayar sekolah ku lebih baik sekarang aku tidur .

Pagi yang cerah menjelang aku membuka jendela kamar ku mataku terpaku melihat mama diantar sebuah mobil Honda jazz berwarna hitam yang kulihat sepertinya aku mengenal siapa yang mengantarkan mama ah mungkin saja itu guru matematika ku tapi mengapa ia mengantaarkan mama kerumah ku aneh sekali?.

”Sinta kamu belum berangkat sekolah nak?”,aku terkejut saat melihat mama yang tiba-tiba muncul dibelakang ku

“Tidak apa-apa ma hanya ingin menunggu mama saja”

Batin ku berfikir apakah yang sebenarnya terjadi mengapa tiba-tiba mama terlihat sangat layu dengan dandanan yang berantakan ya alloh mengapa aku jadi berprasangka buruk terhadap ibuku sendiri..

Saat aku berangkat ke sekolah tiba-tiba dari arah belakang Arya mengejutkan ku dari arah belakang.

”Pagi Sinta mengapa pagi-pagi kau sudah terlihat bingung sendiri seperti itu”.

“ah,tidak ada apa-apa Arya hanya sedang bingung saja,oh iya aku ingin bertanya nanti saat hari ibu apa yang akan kau berikan untuk ibu mu?”.

“Aku masih bingung bagaimana kalau hari Minggu kita mencari kado nya bersama-sama,apa kamu mau?”

“Baiklah kalau begitu,aku tunggu kamu  menjemput ku dirumah saja”,berlari tergesa-gesa memasuki ruang kelas.

“Sampai jumpa lagi Sinta,nanti aku menjemput mu dirumah mu”,Arya melambaikan kedua tangan nya dan berlalu dariku.

Siang hari menjelang pekat nya sinar matahari membakar kulitku,menunggu bis yang kunanti datang sesampai dirumah aku mendengar suara bising berasal dari kamar mama,saat aku mencoba membuka pintu tiba-tiba seorang pria keluar dari kamar mama,ya tuhan ada apa ini sebenarnya? Aku berguman dalam hati.

Seketika itu pula aku melihat mamaku tanpa sehelai kain pun menempel di tubuhnya,aku lemas merasa tidak berdaya ternyata selama ini ibuku yang selalu aku banggakan dan seharusnya menjadi panutan adalah seorang kupu-kupu malam dan wanita panggilan,mama mendekat kehadapan ku matanya berbinar-binar wajah nya berubah menjadi pucat

“Mama kenapa kau tega kepada ku ternyata selama ini kau membiayai aku dengan uang haram”.

“Maafkan mama nak,semua ini mama lakukan hanya demi kebahagian mu!!!”

“Stop aku tidak ingin mendengar ucapan wanita nista seperti mu,mengapa kau melahirkan ku?,apa kau tidak pernah berpikir aku lebih membutuhkan mu bahkan aku rela jika kita hanya hidup pas-pasan asal kan aku melihat mu selalu disampingku aku sudah cukup bahagia”

“Mengapa kau hanya terdiam wahai wanita yang selama ini telah kupanggil ibu,atau jangan-jangan kau takut rahasia terbongkar bahwa aku ini adalah anak haram,JAWAB…!!!”

Emosi ku seaakan tidak bisa tertahan lagi,apakah masih pantas wanita yg sedang berdiri didepanku ini dipanggil mama,aku kecewa karena ternyata selama ini aku telah dibiayai dari uang yang telah diberikan pria hidung belang.

“Cukup Sinta jangan kau berkata semacam itu pada ibu mu ini apa pantas kau melakukannya,kau bisanya hanya merengek,apa kau tahu jika ibu mu ini diterlantarkan oleh ayahmu  yang tidak pernah bertanggung jawab,memangnya hidup ini hanya cukup merenung  dan terdiam apa kau ingin makan batu?”

“Aku tidak peduli ma,tuhan pasti akan memberikan kita sesuatu yang baik jika kita selalu berusaha”

“Ah,dasar anak tidak tahu diri kau!!!”,tangannya tanpa terasa telah menampar  wajahku,matanya terbelalak wajahnya langsung memerah tubuhnya lunglai dan terlemas.

“Baiklah mama lakukan sesuka hatimu saja!”,aku berlalu dari hadapannya menahan air mataku yang tetap saja tanpa terasa terus mengalir.

“Maafkan mama nak”,suara nya llirih menatap wajahku yang semakin jauh berlalu dari hadapannya.

Rasanya aku ingin menjerit kujatuhkan tubuhku diatas tempat tidur ku,pintu kamar aku kunci dengan rapat aku ingin sendirian saja mengurung diri tanpa seseorangpun mengganggu ku,dikesunyian malam setiap pertanyaan datang menghampiri otakku mengapa mama tega menjual harga dirinya hanya demi uang,sungguh aku tidak menyangka

Malam semakin larut tanpa terasa mataku terpejam dan terlelap tidur dibawah redupnya sinar lampu kamar ku.

***

Hari demi hari berlalu mulut kami seakan terbungkam dan hanya bisa diam sejak kejadian itu kami seaakan berubah hubungan kami tidak hangat seperti saat-saat sebelumnya,aku perhatikan mama mulai menjadi seorang pemurung .

Sejujurnya dilubuk hati ku yang paling dalam ingin rasanya aku membalas segala kebaikan yang telah ia berikan padaku,aku ingin member I sebuah kado kejutan kecil dihari ibu besok.

Tin….tin..tin sebuah motor Ninja menunggu ku didepan teras rumah,saat kuhampiri sesosok pria tersenyum dihadapan ku,pelan-pelan dia membuka helm yang ia kenakan dikepalanya.

“Oh,Arya maaf aku mengira siapa?,hampir saja aku tidak mengenal mu!!!”

“Bagaimana Sinta,kau sudah siap berangkat sekarang..daripada jalan semakin macet”

“Tentu aku sudah siap aku ingin  memberikan hadiah khusus untuk mamaku”

Aku dan Arya pergi berangkat bersama  menuju pusat perbelanjaan aku puas telah membelikan mamaku kerudung putih dan baju muslim untuk nya karena aku ingin ia berubah menjadi orang yang benar-benar suci dan bersih.

Diperjalanan kembali menuju rumah tiba-tiba motor yang kami kendarai berhenti dan mogok,dari arah belakang muncul dua orang preman yang ternyata salah satunya adalah mantan pacarku,mereka menarik tanganku dengan kasar sedangkan Arya dipukuli hingga pingsan aku yang bingung panik serta menjerit ketakutan tapi apa daya mereka membawa ku ketempat sepi dibawah pohon yang penuh dengan rumput liar mereka mengikat kaki karena mereka kesal dengan teriakan ku dengan mereka memukul kepala ku.

“Hei kau laki-laki biadab apa yang ingin kau lakukan padaku,jahanam kau!!!”,aku menarik nafas dan menahan rasa takutku berusaha melawannya.

“Diamlah kau gadis murahan teganya kau  menduakan aku dengan si bodoh Arya,kini saatnya aku membalasmu aku akan menghancurkan harga dirimu HAHAHAHA!!!”

“Dasar bajingan,dia itu hanyalah sahabatku..ya alloh tolong lindungi aku!!!”,dengan lemas aku berkata seraya air mataku mengalir perlahan mataku terpejam pingsan karena kepala ku terlalu banyak mengeluarkan darah

Tanpa  ku tahu apa yang telah mereka lakukan selanjutnya,setelah ku sadar baju ku telah tercabik-cabik dan kerudungku hilang entah kemana,darah menetes dari kemaluan ku,aku menangis menjerit sekencang-kencangnya,aku seakan tidak berdaya sekarang aku merasa hidup ini tidak berguna lagi.

“Ya alloh ampunilah dosa-dosaku,sekarang aku telah kotor,masa depanku  hancur”

Dari kejauhan  Arya datang wajahnya lesu  menatapku  kosong

“Sabarlah sahabat ku,aku akan berusaha membantumu apapun itu,sejujurnya walaupun kau telah ternoda aku rela untuk  bertanggung jawab atas perbuatan lelaki bejat itu,tapi aku mengatakan ini tulus dari dalam hatiku karena aku mencintaimu….!”

“terimakasih sahabat ku!”,mataku berbinar-binar air mataku seaakan tak tertahan untuk keluar.

Setibaku dirumah terlihat kermaian dari arah teras riuhnya suasana itu membuatku semakin penasaran jantungku berdetak kencang  kakiku seaakan berhenti melangkah saat kulihat sebuah bendera kuning terkibar didepan rumah ku,ya alloh apa yang sebenarnya terjadi?!.

Aku dan Arya masuk kedalam rumah,kakiku berhenti berpijak tubuhku melemas air mataku tak terbendung saat kulihat sekujur  tubuh tertutup kain putih terbujur dihadapanku,aku mencoba mebuka sehelai kain itu saat kulihat ternyata ialah ibuku mataku beku seakan  aku  tak kuasa menjerit serasa ingin pingsan dan mati saja.

“Mama,maafkan semua kesalahanku sesungguhnya aku sangat menyayangimu”,aku memeluknya untuk yang terahir kalinya kucoba memakaikan kerudung putih hadiah hari ibu untuknya .

“Nak ini ada titipan untukmu pesan terahir dari ibumu!!!”,sesosok wanita tua menghapiri ku yang ternyata adalah nenek.

Adinda  Sinta tersayang..

Nak maafkanlah ibumu ini yang selama ini telah membohongimu

Sejujurnya semua ini ibu lakukan hanya untuk membahagiakan mu

Walaupun ibu tidak tahu ternyata bagimu semua ini tidaklah adil untukmu

Hidup ini keras nak,semua itu butuh perjuangan,jadi ibu berharap kau dapat menjadi seseorang yang berguna untuk semua orang,tidak seperti ibumu yg nista ini.

Mungkin saat kau membaca surat ini ibu sudah tiada nak,sebenarnya selama ini ibu menderita penyakit kanker rahim stadium 4..maafkan ibu nak selama ini ibu tidak pernah memberitahumu tentang hal itu,laluilah hidupmu dengan senyum indah dibibirmu,dan jangan pernah lupa mendoakan ibu agar ibu dapat diterima disisi tuhan..

“UNTUK TERAKHIR KALINYA PANGGILAH AKU DENGAN SEBUTAN MAMA NAK”

Hari-hari berlalu..

Aku kini telah dewasa

Aku merasa kehilangan sosok mu yang begitu baik dimata ku walaupun kini kau telah tiada mamaku sayang,sekarang aku telah menikah dengan Arya dan bekerja di sebuah perusahaan biro perjalan Haji aku akan selalu mendoakan mu..

 

CINTA TETAP BERTAHAN

Standar

 

Saat aku baru memasuki jenjang perguruan tinggi, tepatnya ketika  menjalani masa orientasi atau yang lebih dikenal dengan nama OSPEK, aku, Adlan Pribadi, melihat  dengan tatapan mata yang terang ke arah barisan calon mahasiswi dengan jurusan yang sama yang begitu panjang dengan gugup mereka mencoba membaur satu sama lainnya,tatapan ku terhempas saat aku melihat terduduk seorang mahasiswi yang berparas cantik jelita nan merona di sekitar wajahnya.ingin rasanya mengetahui dan bertanya siapakah gerangan nama mahasiswi itu?.

 Namun aku masih terpaku merasa malu serta canggung seakaan tubuhku ini tak bergerak dan tidak sanggup untuk sekedar mendekatinya apalagi sampai menyapanya bibir terasa kaku dan bungkam.

Hari-hari mulai berlalu. Aku mulai bergegas masuk ke ruang kelas  dimana terdapat banyak kursi dan sebuah meja serta kursi untuk sang pengajar atau yang dikenal dengan sebutan DOSEN.

Aku pun mulai menjalani hari ku yang baru menjalani proses kegiatan belajar di universitas.hari demi hari aku menjalaninya,dan kini aku mulai mengenal semua sahabat di universitas ku.

Tatapan ku mulai dipenuhi bayangan seakan diri ini terbawa kedalam lautan mimpi aku mulai mendambakan wanita-wanita cantik dikampusku menjadi pujaan hati ku.

Di saat itu pula aku mulai menyukai beberapa dari mereka. Aku membayangkan mereka ada disisiku

“hah senangnya andai saja itu nyata”

Aku menahan rasa, karena yang aku dambakan hanyalah seseorang yang memenuhi benakku itu.

Suatu hari aku  baru menyadari ternyata aku sekelas dengan wanita yang menarik perhatian ku waktu itu,di pertengahan waktu proses belajar, aku semakin tertarik padanya. Tatapan matanya seakan mengalihkan perahtian ku penampilannya yang membius hati ku dan sifat-sifatnya yang lemah gemulai membuat aku ingin segera mengucapkan sepatah dua patah kata kepada dirinya, tetapi aku tetap saja diam menyimpan rasa dihati ku dalam-dalam,jantungku berdetak sangat kencang ketika aku melihatnya juga ketika aku memperhatikan gerak-geriknya

Wajahnya,serta tatapan matanya membuatku tak mampu untuk menahan hasrat yang mendalam untuk memilikinya.

“Hah aku sungguh tak kuasa tak tahan menahan rasa ini”. Aku menghela nafas dan kembali menghembuskannya ketika aku menyadari aku harus berbuat sesuatu

***

Hingga suatu hari,aku pun mengetahui bahwa wanita yang aku sukai selama ini bernama Aprilia.

Aku mencoba berteman dan  Saat-saat aku masih bersahabat dengannya, entah aku tidak tahu mengapa aku merasa nyaman berada di sisinya. aku hanya belum bisa memutuskan apakah aku jatuh cinta kepadanya atau tidak. Di saat itu pula aku mulai melihat sahabat-sahabatku menjadi pasangan. Tepatnya 3 pasang kekasih.

 

Hari-hari terus berlalu. Aku terus menerus memperhatikannya. Setiap hari, dia datang ke kampus dan pulang dari kampus bersama ketiga sahabatnya, yaitu Aprita, Andini, dan Nova.

Beberapa hari kemudian tepatnya menjelang ujian tengah semester, Akhirnya aku memutuskan untuk berbincang-bincang kepada salah satu sahabatku yang bernama Asri.

“ Asri, betapa cantikya wanita itu, sifatnya yang lemah lembut serta penampilannya yang anggun membuatku menyukai dirinya.” Kataku.

Asri pun bertanya, “ memangnya kenapa?, apa yang bisa aku bantu?”

Aku pun menyampaikan perasaanku pada Iin ke Asri. Asri pun mengerti. “ Aku jatuh cinta pada Iin, aku minta tolong ya, aku minta nomor ponselnya, lalu kamu bertanya kepada Iin criteria lelaki  seperti apa yang ia sukai.” Pintaku pada Asri.

“ Baiklah, ini aku kasih nomor ponselnya terlebih dahulu, nanti aku tanyakan padanya, ok.” Kata Asri. Aku menjawab “ ok deh Asriii”.

Waktu demi Waktu berlalu, aku menunggu kabar dari Asri mengenai Iin. Setelah aku berada di kampus pada Hari berikutnya, datanglah kabar dari Asri mengenai Iin.

“ Adlan, Aku sudah dapat info dari Iin secara langsung loh.” Kata Asri

 

Aku bertanya “ apa itu?”.

Dengan suara yang lembut Asri pun menjelaskan, “ ternyata, Iin menyukai lelaki yang baik hati, perhatian dan rajin beribadah.”

“ ooh begituuu. Ya sudah, mulai nanti malam, aku akan terus menemaninya walaupun hanya melalui pesan singkat di dalam ponselku sendiri.” Jawabku.

Asri menyambung “ciee cieee, Adlaaan.” Seraya tersenyum melihatku.

“ Aaah, bisa saja kamu ini,hehehehe.” Aku menjawab dengan perasaan agak malu.

Setelah sekian lama berbincang-bincang dengan Asri, aku pun beranjak berpaling dari muka Asri. Aku berfikir panjang bagaimana cara mengambil hati Iin. Aku memutuskan untuk berkomunikasi dengannya melalui ponselku saja.

Sepanjang hari aku menyentuhkan jemariku di atas tombol-tombol angka dan abjad pada ponselku. Sedari pagi hari hingga malam, aku terus berkomuikasi dengannya. Aku ucapkan selamat malam dan selamat tidur untuknya.

Keesokan harinya, aku kembali berkomunikasi dengan Iin. Sampai suatu ketika ditengah-tengah saat berkomunikasi, aku menyatakan bahwa aku sayang dan cinta padanya

Iin langsung menerimaku dan menyatakan bahwa ia juga sayang dan padaku. Akhirnya kita menjalani relationship yang artinya adalah berpacaran.

Saat aku dan Iin bertemu, Aku masih merasa Grogi untuk mendekatinya. Aku malu dan ada pula rasa takut di hatiku.

“Hai sayang.” Sapaku. Lalu Iin pun menjawab; “hai juga, ada apa sayang?” . Karena aku masih kaku dan tidak berani, aku pun masih ragu-ragu untuk berbicara dengannya. Aku terbata-bata saat berbincang-bincang dengan Iin. Aku masih agak cuek.

Sepertinya Iin memang masih belum Ihklas dari dalam lubuk hati yang paling dalam. Ia seringkali terlihat murung dan sedih. Aku menjadi tidak tega melihatnya.

Suatu hari, Iin berkata padaku “ apakah aku boleh meminta sesuatu padamu?”

“Apa itu sayang?” tanyaku. “ Aku minta seekor kucing abu-abu yaa.” Pinta Iin padaku.

“ kapan aku harus memberikan kucing itu padamu?” aku bertanya kembali. Lalu Iin menjawab dengan manisnya; “ Kapan saja boleh kok, asal kamu bisa mendapatkannya.”

 Hari demi hari semakin berlalu. Aku belum juga mendapatkan seekor kucing abu-abu. Aku terus berfikir harus bagaimana untuk mendapatkan seekor kucing itu.

Sudah satu bulan waktu berlampau. Aku tetap saja tidak memperoleh kucing itu. Iin segera meminta janjiku tersebut. Karena aku belum mendapatkannya, Ia kesal dan marah padaku. Aku mencoba untuk merayunya dan membujuknya supaya tidak marah, tetapi tidak membuahkan hasil.

Waktu demi waktu terus berjalan. Perlahan-lahan rasa amarah yang ada di dalam dirinya mulai reda. Ia memutuskan untuk menghentikan permintannya.

“Ya sudah lah, aku tidak jadi meminta seekor kucing, tak apalah.” Iin berkata.

Aku menjawab,” Ya oke lah, aku tidak apa-apa.”

Pada hari hari berikutnya, saat aku dan Iin belum bertemu, di kampus aku bercanda-canda dan berbicara satu sama lain dengan beberapa sahabatku, yaitu Sahra, Suci, Fernandes, Nelda, dan sahabat-sahabatku yang lainnya.

Di tengah pembicaraan, Suci menghadap ke arahku dan mengatakan “ dlan, kemarin Iin mengeluh padaku dan pada Nelda, bahwa Ia memiliki seorang kekasih tetapi seperti tidak punya kekasih, oleh karena itu, kamu harus lebih memperhatikan dia dan lebih mendekatinya.”. “ Iya ci, aku juga sudah berusaha, yah meskipun hasilnya sedikit demi sedikit, lama kelamaan menjadi berhasil sepenuhnya kok.”

Saat pulang dari kampus, aku hanya mengantarkan sampai mulut gang dimana tempat dia berdiam untuk sementara atau ngekost, lalu aku segera pulang. Di tengah perjalanan, tiba-tiba sahabatku, Nova mengirimkanku pesan melalui ponselku. Aku segera membukanya dan ternyata berisikan: Adlan, kunci kost Iin hilang.

Aku langsung membalasnya. Sesampainya di rumah, ponselku berdering dan aku menjawabnya. “ hallo, ini dari siapa?”

“ Dlan, ini pine, laptop milik Iin ikut hilang,” kata pine. Aku menjawab “ ya ampun, kok bisa sih?” .” Ya sudah kamu datanglah ke kost Iin, aku dan sahabat-sahabat yang lain menunggu di sini” ujar Pine.

Aku bergegas menuju ke kost Iin. Beberapa menit kemudian, sampailah aku di kost Iin. Aku langsung di ajaknya masuk ke dalam dan menemuinya. Di kamar kost, ternyata Iin sedang tergeletak tak berdaya. Ia sangat sedih karena kehilangan laptop miliknya. Aku berusaha menghiburnya.

Waktu demi waktu berjalan. Hari mulai gelap. Aku berbicara pada Iin sejenak. “ Sayang, sabar yaa, nanti kalau rezeki datang menghampirimu, pasti kamu akan mendapatkannya lagi.” Ucapku dengan nada pelan. Iin menjawab,” Iya, aku mengerti sayang, aku ucapkan banyak terima kasih atas kedatanganmu dan sahabat-sahabat yang lainnya.”

Aku segera berpaling dari tempat kost Iin. Ia ditemani oleh salah satu sahabat , yaitu Andin.

Keesokan harinya, aku mulai memberanikan diri untuk mendekatinya. Aku berbincang-bincang dengan Iin walau hanya sedikit kata-kata. Rupanya ia mulau menyadari bahwa sifatku yang selama ini tidak menyenangkan akhirnya berubah.

Iin mulai bisa menerimaku apa adanya dan Ia tidak akan meninggalkan aku. Begitu juga aku.

Sejak saat itulah hubungan aku dengan Iin mengarah ke jenjang keakuran. Tetapi kadangkala masih terjadi hal-hal yang tidak meyenangkan.

Sampai Saat Ini, aku dan Iin hidup denngan rukun dan damai. Kami saling mencintai dan menyayangi. Aku bersyukur hubunganku dan Iin menjadi cinta yang tetap bertahan hingga kini dan masa depan.

 

 

CINTA JANGAN KAU PERGI

Standar

 

Kisah cinta ku tidak sebaik orang lain aku merasa layu ketika cinta ku ini bertepuk sebelah tangan ingin rasanya aku kembali berdiri namun aku tak kuasa.

“Apa wajah ku seburuk yang mereka kira?” berbicara didepan kaca sambil memutar mutarkan tubuh seperti model

Bodohnya diriku ini mencintai seseorang yang tidak akan pernah mungkin menjadi miliku.

“Hayo lah Rasya bangun dari mimpi ini” berguman seraya menampak kedua pipinya.

Aku rasya seorang remaja yang selalu diolok-olok teman karena penampilan yang culun dan menyukai seorang perempuan tercantik dikelas,jantungku seakan berdetak kencang saat berpapasan dengannya tapi bibir ini serasa kelu untuk sekedar bebincang dengan nya.

***

Kring kring kring…

Pagi yang cerah sengatnya sinar mentari membangunkan ku dari tidur mimpi panjang ku,dengan segera aku bergegas berangkat kesekolah ku,yah tentu saja dengan penampilan yang sangat culun menurut pendapat teman-teman ku padahal menurut ku penampilan ku sangat rapid an mencirikan seorang siswa.

Mereka benar-benar aneh.

“Waduh ada pak rasya nih pagi-pagi rapi sekali hahahahahaha bapak mau pergi kekantor” meledek ku dengan tertawa meledak-ledak.

“Terserah kalian saja karena bagiku penampilan ku ini biasa saja,kalian yang aneh”

Dari kejauhan aku melihat seorang gadis impian ku melewati ku begitu saja,rasanya jantung ku ini ingin meledak mulut ku tak dapat berbicara satu patah katapun.

“Haaaaaaaaaaaaaaaay  feby” bona,riko dan rifky berteriak bersamaan

“feb ni ada yang minta salamin katanya dia cinta dan suka sama kamu nih orangnya siapa lagi kalau bukan rasya sang pangeran tampan hahahahaha”,mereka tertawa beriringan seraya menunjuk kearah ku

“Hay juga aku duluan ya soalnya aku belum sempat mengerjakan pr matematika ku!” menjawab dengan terburu-buru tanpa mempedulikan  kata-kata bona riko dan rifky.

“Maaf feb mereka berbohong”,menundukan kepala karena malu

“oh tuhan betapa malunya aku karna perbuatan kalian semua teganya kalian”,dengan nada kesal aku bergegas meninggalkan mereka

“Hei sobat sadarlah kami ini hanya ingin menolongmu,betapa bodohnya dirimu rasa cinta disimpan hanya dalam hati”,mengenyitkan dahi seolah serius dengan kata-kata mereka

“Tapi tetap saja cara kalian salah,kalian kan tau kalau sebenarnya feby tidak menyukaiku jangankan suka melirik kehadapan ku saja dia agak jijik”,beranjak meninggalkan mereka

***

Kulabuhkan pandangan pada lampu kamar yang bersinar terang hatiku masih memikirkan hal tadi mengapa begitu hinanya aku dimatanya mengapa cinta ini membuat hati ku beku.

“Ya tuhan tahukah kau betapa teririsnya hatiku ini mengapa kau seakan tak peduli kepada ku cinta ini menyiksa ku”,berguman dalam hati seraya mengadu apada tuhan.

Tiba-tiba bunyi ringtone handphone ku membangunkan aku yang tiba-tiba tertidur.

“Halo???”

“Rasya ini aku tita,maaf aku menganggu mu malam-malam begini,oh iya kau tau tanggal 18 november nanti feby ulang tahun aku dan teman-teman lain sedang menyiapkan hadiah untuknya,bukankah kau menyukai feby hehe ini kesempatan besarmu untuk mendapatkan hatinya”,tita seakaan meledek dan sekedar memberi informasi”

“Ok tita terima kasih ya atas informasinya,tapi bukankah masih lama?”

“rasya sebentar lagi kita akan berpisah karena kita sedang menunggu kelulusan,apa kamu lupa?”

“Iya tita aku pasti akan sangat merindukan kalian”

“kita sambung besok saja ya rasya..”

“baik,terima kasih sebelumnya tita”

Hhhhhhhaaaaaaaaaaaaah aku menarik nafas panjang semoga caraku ini berhasil amin.

***

Hari berganti hari kelulusan pun tiba senang sedih bercampur menjadi satu karena saat-saat bersama mereka adalah sesuatu yang akan aku rindukan nanti tidak ada teman-teman yang meledek ku dengan feby.

Tidak ada raut wajah cantik yang ceria dihadapan ku pasti aku akan teringat tentang feby.

Meski hati ini setiap malam selau gundah kuingin kau tau betapa aku sangat mengharapkan mu,entah mengapa seakan kaulah yang selalu ku impikan mengapa kau selalu terdiam dan seakan merasa benci kepada ku,apa salah ku? Hingga kau terlampau selalu dingin kepada ku.

Tanpa terasa air mataku mengalir merasakan sakitnya cinta tanpa balasan hanya bulir-bulir air mata ini yang dapat membuatku terbawa tenangnya malam sunyi.

 

***

Saat yang dinanti tiba aku dan teman-teman sibuk mengenakan jas bagi yang   laki-laki dan yang wanita sibuk menggunakan kebaya.

Jantungku berdebar saat aku melihat feby berjalan dengan pakaiannya yang anggun bak seorang putri.

“feby kata rasya kamu makin cantik saja apa kamu mau jadi pacarnya,dia sudah lama memendam rasa itu feb”,rifky menghampiri feby sambil menyeletuk

“Hush,maaf feb dia hanya bercanda”,wajahku memerah karena malu

Feby hanya diam dia seakan tidak perduli kepada ku dan kembali pergi mempercepat langkahnya.

Aku kecewa namun kutahan rasa itu dengan hanya berfoto-foto ria dengan teman-teman ku.

***

Aku kini menunggu panggilan dari universitas tempat aku mendaftar aku memilih universitas yang sama dengan feby.

Tersadar aku saat kulihat 2 hari lagi tanggal 18 aku pun segera mencari sebuah kado istimewa untuk feby,akhirnya aku putuskan membelikannya boneka warna pink.

Tanggal 18 pun tiba aku berusaha mencari alamat feby dari info yang kudapat dari teman-teman ku

Setelah kudapatkan aku berusaha mencari alamatnya dengan jeli aku berusaha menemukan nya akhirnya kutemukan tempat tinggal feby namun kakiku seakan kaku,kucoba untuk bertanya kepada orang tuanya dimana feby ternyata feby belum pulang,aku kecewa aku pergi dan menahan rasa lelah ku dan aku menitipkan kado itu pada tita.

‘tita aku titipkan kado ini padamu jagalah kado ini kalau sempat tolong kamu sampaikan pemberian ku ini”

“baiklah rasya,tersenyumlah sahabat aku yakin suatu saat kau akan mendapatkan orang yang lebih baik dibanding feby”,tita seakan terharu

“terimakasih aku ingin kembali kerumah sekarang”,mengambil motor dan segera bergegas pulang

***

Setibaku dirumah aku diberitahu adikku bahwa aku tidak diterima di universitas yang sama denagn feby aku terpuruk dalam deritaku dan mencoba mencari universitas lain.

Hari-hari berlalu aku sudah lama tidak bertemu feby rasanya aku sangat rindu kucoba mengirim pesan lewat facebook ku berharap balasan darinya…….

Hay feby apa kabar semoga baik-baik saja aku sangat rindu kepadamu makin lama wajahmu makin cantik dan imut..

Namun pesan ku tidak pernah dibalas atau digubris olehnya.aku terduduk aku bersimpuh kepadaNya yang maha kuasa kini kusadar dia bukan milik ku